3 Cara Membuat Produk Menjadi Viral Agar Laris.

3 Cara Membuat Produk Menjadi Viral Agar Laris.

Salah satu alasan mengapa kita perlu menjadikan produk viral adalah karena akan sangat menghemat budget marketing kedepannya. Bandingkan saja jika kita harus pasang baliho, billboard, sebar brosur, cari tenaga marketing dll butuh dana berapa? Makanya itu kita akan membahas tips cara membuat produk menjadi viral sehingga memudahkan penjualan.

Mungkin banyak diantara Anda kini telah memulai untuk berbisnis sendiri. Namun ternyata tidak banyak yang berhasil, mengapa demikian? Salah satunya karena Anda tidak pernah menghitung dengan detail biaya iklannya berapa.

Pemula dalam berbisnis jarang menghitung besarnya biaya iklan padahal sebetulnya ada biaya iklan yang mahal yang perlu dimasukkan. Contoh beberapa biaya iklan yang biasanya keluar untuk memulai bisnis:

  • Biaya facebook ads, dengan hanya mengeluarkan 1-2juta jangan terlalu berharap performa iklan Anda akan maksimal.
  • Brosur cetak, katakan 1juta. Ini juga belum termasuk biaya untuk membaginya, karena dalam membagi brosur tentu tekniknya agar efektif tepat sasaran.
  • Sewa tempat / ruko yang strategis. Kurang lebih 30juta-100juta. Makin strategis tentu makin mahal sewanya. Karena tidak terlalu butuh effort yang besar, maka banyak orang yang akan tahu bisnis Anda.

Contoh diatas adalah gambaran kasar betapa mahalnya sebetulnya biaya iklan. Hanya saja terkadang kita tidak sadar ini jadi pengeluaran wajib agar bisnis kita bisa terus tumbuh.

Teknik Viral Marketing

Secara harafiah dapat kita artikan sebagai teknik pemasaran yang mengandalkan viralitas. Seperti halnya virus, yang menyebar dengan cepat kemana saja. Dengan viral ini harapannya produk kita banyak dibicarakan oleh orang dan menyebar dengan cepat kemana-mana.

Banyak orang juga menyamakan ini dengan marketing lewat mulut. Dari mulut ke mulut, word of mouth. Marketing cara ini cenderung biayanya kecil atau bahkan terkadang tidak ada biayanya sama sekali. Asyik bukan?

Walaupun dengan biaya kecil, namun efek yang dihasilkannya besar sekali, karena penyebarannya tidak bisa kita batasi. Ini contoh beberapa hal viral yang mungkin pernah Anda ketahui atau alami sebelumnya:

  • Spinner
  • Batu Akik
  • Film Dilan
  • Cake para artis di berbagai daerah.

Konsep cara membuat produk menjadi viral

Sebelum produk jadi viral kita perlu mengetahui ada atau tidak faktor viral (hal yang layak diceritakan). Karena kalau produk Anda tergolong unik, maka biasanya masyarakat kita akan latah berbondong-bondong untuk mencobanya.

Contohnya bakso beranak, itu bisa viral karena dibicarakan banyak orang dan penasaran untuk memcobanya.

Jika telah menemukan faktor viralnya, baru kita akan melangkan ke tahap selanjutnya yaitu dengan mengiklankan produk tersebut melalui sosial media seperti facebook ads, Instagram ads dll.

Konsep masyarakat awam saat mengiklankan produk di berbagai sosial media adalah mereka beriklan ditujukan target market tertentu dan berharap mereka membeli gara-gara produknya memang bagus, produknya sempurna, produknya murah, produknya berguna dsb. Namun ketahuilah itu semua adalah konsep berbisnis yang jadul!

Ya .. itu KUNO!

Konsep seperti itu apakah bisa berhasil? Tentu bisa saja, namun Anda perlu menyiapkan budget yang banyak untuk berhasil.

Nah berbeda dengan konsep viral marketing yang baru. Yang diiklankan adalah faktor viralnya, jadi orang yang kita target iklan, akan kita libatkan untuk dengan sukarela dan riang gembira menyebarkan informasi ke orang-orang berikutnya.

konsep viral marketing
konsep viral marketing

Makanya konsep ini memang seperti virus, akan terus menyebar tanpa bisa kita hentikan. Orang-orang tersebut akan sibuk membicarakan produk kita ini. Mereka akan ngepost di sosial medianya. Tanpa perlu kita bayar sepeserpun.

Penerapan Konsep cara membuat produk menjadi viral

Mungkin kita perlu memahami beberapa hal dibawah ini agar konsep tersebut bisa berjalan. Apa sih yang dapat dijadikan sebagai faktor viral. Ada 3 faktor viral:

  1. Subjek: Orangnya (aneh, unik, mencolok, khas dll) misal: penjual jamu cantik, pijat suara kucing, Siomay pink
  2. Objek: Produknya (diciptakan memang tidak biasa) misal: es kepal milo, little miss matched (kaos kaki isi 3 beda warna), rainbow cake, maicih
  3. Strategi marketing: Warung Upnormal – mie kekinian, shopee dengan konsep free ongkirnya,

Jadi disini kita perlu jeli untuk menemukan faktor viralnya sehingga langkah selanjutnya akan lebih mudah untuk diimplementasikan pada sebuah strategi marketing. Ketika sebuah produk tidak bisa dibikin viral maka orangnya atau strateginya yang dibikin viral.

Untuk budget iklan bagaimana agar viral, itu semua sangat disesuaikan kantong masing-masing. Tidak ada patokan khususnya. Namun dengan budget yang besar, tentu test iklannya jadi lebih fleksible dibandingkan yang budget terbatas.

Semoga tips cara membuat produk menjadi viral ini bisa membantu Anda untuk memasarkan produk Anda dengan cara-cara yang diluar biasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
Info Chat Disini